Meriahnya Pulau Merah Banyuwangi

My Streetfire, My Adventure!!!

Salah satu event gedhe PHSJT tahun ini adalah Streetfire Adventure yang dilaksanakan tanggal 26-27 Maret 2016 kemaren dan bertempat di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur. Streetfire Adventure yang pertama dulu dilaksanakan di Telaga Sarangan, Magetan. Mengulang suksesnya Streetfire Adventure yang ke dua kali ini, dihadiri lebih dari 900 Bikers CB150R dari target awal 700an. Satu kata untuk PHSJT, WOOOOW!!!

DBS sendiri memberangkatkan 10 motor dan kurang lebih 16 Pasukan plus boncenger masing-masing bagi yang berboncengan. Pasukan DBS ada yang sudah member maupun yang masih capros (calon prospek). Mereka dipersilahkan ikut karena untuk mengenalkan kepada mereka, inilah salah satu contoh agenda komunitas dan mengajarkan arti safety di jalan. Pentingnya koordinasi di jalan dan perencanaan yang matang suatu perjalanan turut menentukan kesuksesan touring kali ini. Perjalanan touring kali ini dipimpin langsung oleh Divisi Touring DBS yaitu Bro Alfin DBS #020.

Langsung aja Bro..kita lihat galeri DBS di Pulau Merah Banyuwangi. cekidot……

BERGOYANG DI LAUTAN PASIR GUNUNG BROMO (latepost)

Sabtu malam tanggal 5 September 2015 yang lalu merupakan hari yang dinanti-nanti bagi sebagian besar member kami. Betapa tidak, setelah sekian bulan tidak touring bersama, tiba saatnya jadwal touring bersama dengan tujuan salah satu ikon propinsi Jawa Timur yaitu gunung Bromo.

Perjalanan kami mulai jam 19.00 wib (waktu Indonesia Blitar) dengan titik kumpul Blitar kota. Perjalanan ke timur malam itu ramai sekali, bertemu saudara bikers yang berangkat kopdar menjadi pemandangan yang lazim kita jumpai setiap malam minggu. Perjalanan kita hentikan sejenak di kota Malang, karena beberapa member ada yang stay di malang karena belajar di sana. Jam 21. 30 kita berangkat lagi menuju Purwodadi Pasuruan untuk bertemu member dari Surabaya yang baru saja menghadiri acara Launching new CB150R di Makodam Jawa Timur.

Pasukan DBS memilih jalur Nongko Jajar untuk menuju Penanjakan Bromo karena jalur tersebut yang paling aman untuk perjalanan malam. Sekitar pukul 23.30 kami sudah sampai di pintu masuk kawasan Bromo di Desa Wonokirti. Karena portal baru dibuka jam 2 dini hari, kami sempatkan waktu untuk ngopi dan istirahat sebentar di area parkir. Emperan toko pun bagaikan hotel berbintang kalau sudah begini. hehehehehe….

Berikut dokumentasi di gunung Bromo…

Segala Sesuatu Tentang Touring Sepeda Motor

Touring , tentu kata – kata  yang sudah tidak asing bagi telinga kalian para bikers mania atau orang – orang yang tergabung dalam community club motor maupun mobil , Ok mimin kali ini sedikit membahas tentang ” rumus dan tata cara touring sepeda motor ” , sebelumnya anda tentu pernah mendengar kata TOURING , KONVOI  tersebut atau malah tergabung dalam club atau community yang sudah banyak sekali bisa kita jumpai di berbagai kota maupun daerah, ya mereka mempunyai anggota yang tidak sedikit , puluhan bahkan ratusan, bagi sebagian orang yang asing dan baru pertama kali melihatnya tentu membayangkan bagaimanakah saat mereka berpergian jauh bersama – sama dengan anggota sebanyak itu ?? , bukankah akan merepotkan dan menganggu  penguna jalan yang lain ?? tentu pertanyaan seperti itu yang di benak mereka , Naah di sini saya akan sedikit memberi gambaran bagaimana para peTouring seperti mereka bisa tertib dalam perjalanan dan tentunya mengutamakan keselematan berkendara
10380291_820971741246616_4069986924806440945_n
“Selain itu para komunitas juga harus memperhatikan pengendara lain. Agar tercipta keamanan dalam berkendara. Dan jarak yang aman antara sesama kendara itu minimal 2-3 detik, agar kalau di depan anda terjadi sesuatu maka anda masih bisa menghindarinya,” tambahnya.

Untuk lebih menyatukan komando, maka perlu digunakan aturan atau tata tertib dalam berkendara berjamaah atau touring konvoi. Penggunaan aturan baik itu kode-kode serta tata cara dalam berkonvoi perlu dipahami oleh para bikers. Agar perjalanan dapat berjalan lancar dan tiba dengan selamat.
img_0510
ini adalah panduan sederhana tentang konvoi tapi lebih baik kita sebut sebagai penyeragaman atau standarisasi konvoi supaya ritme touring mudah dibentuk, terhindar dari kesan arogan dan tetap tidak mengganggu hak orang lain. yang paling penting dan perlu diingat adalah konvoi touring biker adalah
bukan konvoi VVIP.
# motor dalam keadaan baik secara keseluruhan
# mental dan fisik biker maupun boncenger dalam keadaan fit secara keseluruhan
# patuhi semua standar SAFETY RIDER
# datang tepat waktu baik di start point ataupun di meeting point
# masuk dalam klotur (kelompok touring) yang telah ditentukan
Terlebih dahulu kita membahas tentang S.O.P (standard Operating Procedur ) safety touring , dalam banyaknya club atau community tentu ada sedikit perbedaan, tapi tidak terlalu banyak , hanya mungkin sebagian saja , untuk lebih jelas secara umum di bawah ini pengertiannya.
S.O.P (Standard Operating Procedur) Safety Touring
adalah prosedur dasar bagi para pengendara motor, baik itu club maupun komunitas motor.
Prosedur ini agak susah di terapkan, tapi demi keamanan dan keselamatan, prosedur ini harus dipegang teguh dan dijalankan.
Berikut adalah petugas-petugas yang diberikan tanggung jawab untuk pelaksanaannya..
Petugas-petugas tersebut antara lain:

 

1981809_10201846623153793_1002951861_n

1.VORIJDER (VO)
10150774_10201847245609354_1131438025_n
    • Tugas utamanya adalah memimpin perjalanan rombongan dengan mengatur ritme kecepatan seluruh peserta selama perjalanan dengan dasar masukan dari SO, RC dan SW.
    • Memberikan tanda-tanda (Hand & Foot sign) guna keselamatan rombongan dan wajib disampaikan secara berantai oleh seluruh peserta di belakangnya.
    • Berinisiatif dalam mengambil jalan yang aman bagi seluruh peserta berkendara berkelompok dengan berbagai konsekwensi yang dapat dipertanggung jawabkan.
    • Mengenali rute yang akan dilalui, termasuk memahami tempat-tempat sebagai restpoint dan pom bensin terdekat.

2.SAFETY OFFICER (SO)

1489185_10201847248729432_40169748_n

    • Bertugas untuk memastikan jalur yang akan dilalui oleh peserta berkendara berkelompok adalah jalur yang aman dan layak untuk dilalui.
    • Selalu bekerja sama dengan VO dalam hal mengatur kecepatan kelompok dengan pertimbangan keselamatan bersama.
    • Wajib memahami arah rute perjalanan dan kondisi ruas jalan yang akan dilalui sehingga bisa memprediksi kecepatan.
    • Posisi SO berada paling depan dari rombongan dan diperkenankan melepaskan diri jauh ke depan guna mengantisipasi keadaan.

3.ROAD CAPTAIN (RC)

983605_10201847251209494_606367448_n

    • Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kelancaran perjalanan Turing pulang-pergi.
    • Memimpin briefing dan doa selama kegiatan touring berlangsung.
    • Menentukan rute perjalanan yang akan dilalui berikut rute Pulang-Pergi.
    • Menentukan Rest Point dan SPBU.
    • Mengambil keputusan pada saat terjadinya keadaan darurat dengan melakukan koordinasi dengan petugas-petugas touring yang lain.
    • Posisi RC bisa merangkap sebagai petugas yang lain atau hanya sebagai peserta saja tergantung kebutuhan saat turing berjalan.

4.SWEEPER (SW)

10003072_10201847242649280_1394248464_n

    • Sweeper terbagi menjadi 2 yaitu Sweeper Tengah (Mid Sweeper) dan Sweeper Belakang (End Sweeper).
    • Tugas utama Sweeper adalah memastikan seluruh peserta tetap pada posisinya masing-masing pada saat Touring berlangsung.
    • Sesuai dengan namanya, posisi dari sweeper tengah berada ditengah-tengah rombongan dan diperkenankan untuk maju sampai batas posisi VO untuk berkoordinasi jika ada peserta yang trouble.
    • Posisi Sweeper belakang adalah sebagai penutup rombongan, otomatis posisinya adalah paling belakang.
    • Sweeper belakang diperkenankan untuk maju sampai batas Sweeper Tengah untuk berkoordinasi menyampaikan pesan jika ada peserta yang trouble kemudian disampaikan oleh sweeper tengah kepada VO, atau langsung Sweeper Belakang sendiri yang berkoordinasi dengan VO.
    • Menyampaikan kondisi seluruh peserta berkendara berkelompok kepada VO dalam hal mengatur ritme kecepatan perjalanan.
    • Menemani peserta yang mengalami trouble sambil menunggu kedatangan TO atau MO untuk mengatasi masalah yang ada.
    • Mengatur posisi peserta dalam perjalanan guna memberikan jalan bagi kendaraan yang akan mendahului rombongan

5.MEDICAL OFFICER (MO)

1912489_10201847212928537_1216315674_n

    • Memahami dasar-dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam menangani insiden kecelakaan terhadap peserta berkendala kelompok.
    • Mempersiapkan obat-obatan standard guna mengantisipasi adanya musibah kecelakaan yang terjadi pada peserta touring.
    • Berinisiatif untuk mengambil tindakan medis lebih lajut bila terjadi resiko yang cukup fatal sehingga tidak dapat ditanggulangi sendiri dengan merujuk kepada Rumah Sakit atau klinik terdekat.
    • Berkoordinasi dengan seluruh petugas dalam hal kondisi medis peserta touring.

6.TECHNICAL OFFICER (TO)

1743717_10201847195968113_85921759_n

    • Mengetahui teknik dasar perbaikan kendaraan guna mengantisipasi adanya trouble dari segi teknis pada kendaraan bermotor peserta Touring.
    • Mempersiapkan alat-alat / tool kit standard yang dibutuhkan pada saat trouble.
    • Mempersiapkan sparepart fast moving cadangan guna mengantisipasi adanya kerusakan kendaraan peserta dan mengakibatkan harus di gantinya sparepart tersebut.
    • Berkoordinasi dengan memberi masukan secara teknis kepada seluruh petugas guna mengatur ritme kecepatan rombongan jika ada peserta yang trouble secara teknis.
    • Memberikan solusi terbaik dalam hal menangani trouble jika tidak dapat ditangani sendiri maupun seluruh peserta touring dengan merujuk pada bengkel yang terdekat.

Itu adalah beberapa petugas Touring yang mendukung, berikut adalah ilustrasi Perlengkapan Keselamatan dan Keamanan yang digunakan oleh Bikers saat Touring:

1012138_10201846987482901_1010163660_n
Ok itu tentang posisi atau pengerak dan pengatur dalam sistem di touring , lanjut ke pengkodean dan rumus,
Berikut ini sedikit pengetahuan tentang Rumus dan Tata Cara Touring yang saya ambil dari fanpage Divisi Humas Mabes Polri.

Hand Code (Kode Tangan)

  • Gunakan hanya tangan kiri
  • Acungan jempol ke atas = konfirmasi tanda siap berangkat; atau salam brotherhood
  • Satu jari = bentuk barisan konvoi menjadi satu kolom
  • Dua jari = bentuk barisan konvoi menjadi dua kolom
  • Lima jari = konvoi bubar untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (macet)
  • Jari mengepal = siap-siap berhenti (hanya untuk stop point)
  • Menunjuk arah = siap-siap berbelok ke arah yang ditunjuk

Foot Kode (Kode Kaki)

  • Turunkan kaki kiri = menunjukan adanya lubang di sebelah kiri
  • Turunkan kaki kanan = menunjukan adanya lubang di sebelah kanan
  • Turunkan kedua kali = menunjukan jalanan rusak, bergelombang, marka melintang, rel kereta api

Horn Code (Kode Klakson)

#bunyi panjang = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper);tanda klotur putus (hanya sweeper);
# bunyi pendek dua kali = salam brotherhood
Kondisi Darurat : Bunyikan klakson panjang tanpa henti dan diikuti oleh kawan2 yang lain agar petugas bisa menghentikan rombongan.
Warning: Bunyikan klakson 2x sebanyak 3 kali berturut2. Digunakan kala kendaraan kawan didepan ada kerusakan/tidak beres. Contoh, barang bawaan miring, bracket box patah, ban kempes dll.
Stop and Go: Bunyikan klakson 3x sebanyak 2 kali dimulai dari barisan paling belakang dan disusul kawan didepannya sampai kepada RC, sebagai penanda rombongan akan berjalan dari kondisi berhenti.

Aturan Dasar

  • Motor dalam keadaan baik secara keseluruhan
  • Mental dan fisik biker maupun boncenger dalam keadaan fit secara keseluruhan
  • Patuhi semua standar SAFETY RIDER
  • Datang tepat waktu baik di start point ataupun di meeting point
  • Masuk dalam klotur (kelompok touring) yang telah ditentukan.

Tata Cara Pemberangkatan
Berlaku untuk setiap pemberangkatan baik dari start point dan setiap stop point (check point, emergency stop, dll) yang ditentukan oleh RC (road captain)

  • RC memberikan tanda siap berangkat dengan menghidupkan mesin motornya danemposisikan motornya sebagai RC (terdepan)
  • Peserta mengikuti dengan membentuk barisan 1 (satu) kolom dan ditutup oleh Sp (sweeper)
  • RC memberikan tanda akhir siap berangkat (lihat hand code) diikuti oleh peserta yang sudah siap
  • Sp memberikan tanda konfirmasi siap berangkat kepada RC (lihat horn code).

Tata Cara Konvoi

  • Dibagi dalam beberapa klotur dengan maksimum peserta 10 motor per klotur
  • Tidak membentuk garis lurus dengan motor didepannya
  • Posisikan motor lebih ke kanan atau ke kiri terhadap motor didepan untuk memberikan jarak menghindar bila terjadi pengereman mendadak
  • Atur jarak aman sesuai kecepatan
  • Pastikan kecepatan tidak melebihi 60 kpj
  • Tidak melanggar lampu merah
  • Teruskan pesan hand code (kode tangan) dan foot code (kode kaki) kepada peserta dibelakang
  • Nyalakan lampu penerang jalan (lampu dekat)
  • Hidupkan lampu hazard (opsional)
  • Tidak menggunakan lampu strobo ataupun flip-flop
  • Tidak menggunakan sirine ataupun pengeras suara
  • Tidak membunyikan klakson terhadap hal yang tidak perlu atau sudah diwakili oleh RC
  • Tidak saling mendahului
  • Pendengaran tetap dominan terhadap kondisi sekitar
  • Usahakan selalu dan tetap tenang
  • Tidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (troble) dijalan

Tata Cara di Lampu Lalu Lintas (Lalin) atau di Persimpangan

  • RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu menyala kuning untuk menghindari putusnya konvoi
  • Tetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RC
  • Tidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus

Tata Cara Konvoi Terputus

  • Sp memberikan pesan horn code (kode klakson)
  • RC mengurangi kecepatan
  • Setelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama Sp
  • mengejar konvoi dalam kecepatan aman max. 80 kpj
  • Setelah semua bergabung kembali Sp kembali memberikan horn code

Tata Cara Menghalau Penyusup

  • Maksimalkan jarak motor dengan motor didepannya sesuai kecepatan
  • Berikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada calon dan penyusup
  • Sp berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik

Tata Cara Peserta Mengalami Masalah

  • Peserta berikan tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkan
  • RC memberhentikan konvoi
  • Sp advice RC bila tidak mengetahui
  • Sp atau salah satu peserta memberi tanda kepada klotur berikut
  • Tidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapun
  • Tidak meninggalkan peserta sendirian atau lebih baik lagi pending klotur

Bila terjadi kecelakaan minor injured :

  1. Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya untuk tidak berhenti
  2. Korban dirawat sementara
  3. Bawa korban ke balai pengobatan terdekat bila perlu

Bila terjadi kecelakaan major injured :

  1. Parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu)
  2. Semua peserta mengamankan TKP dan atur lalin
  3. Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya
  4. Evakuasi dipimpin langsung oleh RC
  5. RC broadcast berita dan
  6. Wajib stop touring

Bila terjadi mogok :

  1. Klotur emergency stop
  2. RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani peserta
  3. Antar dan kawal motor ke bengkel terdekat.

Sebenernya mungkin masih banyak lagi penjelasan tentang ” rumus dan tata cara touring sepeda motor ” , dan beberapa community juga terdapat sedikit perbedaan dalam pengKodean atau karakter dalam bertouring , tapi semua perbedaan itu intinya sama yaitu untuk menjunjung tinggi tata tertib dan keselamatan berkendara dan selamat sampai tujuan , Ok sekian dulu dari mimin semoga sedikit info tentang post ini bermanfaat bagi pembaca..

“salam seduluran dari district blitar streetfire ”

Menambah Tinggi Shock Belakang CB150R

Pengalaman Pribadi nih Brother……

Sebelum ane nunggingin motor seperti Bro-Bro sekalian, ane browsing di mbah google bagaimana sih cara yang simple buat ninggiin shock dengan sistem prolink seperti pada kuda besi kesayangan. Di blog pertamax7, ada 2 cara ninggiin shock prolink. Pertama dengan mengganjal dudukan atas shock dengan bearing dan yang ke dua dengan mengebor conrod atau memendekan conrod yang otomatis akan mengangkat shock menjadi lebih tinggi.

Penampakan meninggikan dengan mengganjal bearing (ane ambil dari Pertama7.com)

bikin-nungging-honda-cb150r-dengan-ganjal-bearing

Penampakan meninggikan shock belakang CB150R dengan mengebor conrod

peninggi shock

Dari kedua cara tersebut memang ada kelebihan dan kekurangannya.

Setelah ane tanya-tanya ke rekan-rekan yang mengerti tentang pershock-an dan bengkel yang biasa memodifikasi motor-motor untuk trail adventure, ane putuskan untuk memakai cara yang kedua karena pertimbangan lebih simple dan aman daripada cara pertama karena cara yang pertama harus bongkar tangki dan filter udara terlebih dahulu.

Mulailah ane proses buat ninggiin shock belakang. Setelah diukur range aman untuk mengebor conrod, barulah dieksekusi nih conrod ane. Pengeboran conrod kurang lebih 5 mm didepan lubang conrod awal dan penambahan tinggi sekitar 5 cm dari posisi awal. Setelah dipasang lagi, ternyata shock tidak mau turun yang disebabkan shock membentur penopang conrod (seperti gambar diatas). Memang lebih tinggi, tapi fungsi shock sebagai peredam getar tidak berfungsi sama sekali. Akhirnya saya kembalikan ke lubang conrod standartnya lagi. Ini pengalaman yang berharga, karena jadi tau bagaimana meninggikan shock belakang sistem prolink yang simple.

Buat yang pengen ninngiin shock belakang CB150R ane kasih saran:

1. Sebaiknya menambahkan dudukan atas shock belakang yang berada di bawah tangki, tetapi jangan mengganjalnya dengan bearing, karena ditakutkan ambles. Penambahan dudukan atas shock ini sebaiknya menggunakan besi atau baja yang kuat dan di las di rangka. Pengelasan sebaiknya di tukang las yang sudah berpengaaman dan mempunyai hasil yang bagus.

2. Atau menambahkan seperti pada gambar di bawah ini

skok belakang

Untuk saran yang ke dua ini, ane masih belum tau proses dan caranya.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada salah kata dan penulisan.

NB : Peninggian shock belakang dengan cara mengebor conrod untuk CB150R sebenarnya aman dan tetep bisa dilakukan dengan catatan, jarak pengeboran dengan sumbu as awal conrod kurang dari 2mm tetapi hanya meninggikan sekitar 2cm saja dan terlihat tidak ada bedanya. Pengeboran di tengah conrod bisa dilakukan tetapi penambahan tinggi semakin tinggi. (Semakin pendek jarak as conrod, maka akan semakin menambah tinggi shock belakang. Ini kunci mengubah tinggi atau rendahnya shock prolink).

Bonus edisi kali ini

DBS #012 Narsis di Museum Angkut

 

DBS #012 Lagi Narsis di Museum Angkut, hehehe

 

Honda CB150R

Honda CB150R StreetFire, Rajanya Roda Dua!

Saat berbicara tentang sepeda motor maka ingatan orang akan tertuju dengan kata Honda. Apapun merek sepeda motor masyarakat tetap menyebutnya Honda. Tidak dapat dipungkiri, memang Honda sudah menjadi merek yang mem-branding secara masif di Indonesia.

Butuh kerja keras dan proses untuk membuat merek melekat pada ingatan konsumen. Seperti halnya dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) yang selalu berusaha memproduksi motor-motor unggulan yang memimpin pasar. Hampir 43 tahun Honda konsisten menjadi pelopor industri sepeda motor di Indonesia dan mewujudkan visinya untuk membuat mimpi pelanggan menjadi kenyataan, menciptakan sukacita bagi pelanggan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia.

Sejalan dengan misinya untuk membuat produk dan layanan terbaik, maka wajar jika Honda selalu meraih prestasi tiap tahun. Diberikannya IBBA Award 2013, menambah panjang daftar penghargaan yang telah diterima AHM pada tahun ini, yaitu Indonesia’s Most Favorite Youth Brand, Service Quality Award, Indonesia’s Most Admired Companies, Indonesia’s Most Favorite Women Brand, Kartini Award, Words of Mouth Awad, Choice Brand Award, Pelopor Link and Match Bidang Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) di Sekolah Menengah Kejuruan, dan penghargaan atas Kepedulian dan Partisipasi dalam Pelaksanaan Pendidikan Etika Berlalu Lintas di Satuan Pendidikan. Selain itu, sepeda motor Honda kembali dinobatkan sebagai produk paling ramah lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) setelah berhasil mempertahankan penghargaan Emisi Gas Buang Terbaik Kendaraan Bermotor Kategori Sepeda Motor.

Honda CB 150 R StreetFire

Motor canggihirit dan advance yang kini menjadi buah bibir dikalangan masyarakat adalah Honda CB 150 R StreetFire. Munculnya motor ini semStreetFire akin menunjukkan kredibilitas AHM sebagai produsen motor terbaik. Honda CB 150 R StreetFire yang bersegmentasi anak muda juga sebagian dewasa ini hadir dengan menawarkan empat varian warna, yaitu merah, hitam, silver spring biru dan putihspring merah.

Unggulan terbaru Astra Motor di kelas 150 cc, tipe CB 150 R StreetFire kini telah mencuri perhatian para penghobi motor sport setelah pendahulunya Tiger 2000 meraih sukses. Keunggulan motor ini dibandingkan pendahulunya, tipe ini lebih responsif dan tahan serta sigap terhadap kondisi jalan yang terjal dan ekstrim sekalipun.

Di segmen sepeda motor sport, AHM berhasil menjual 37.015 unit atau 8,4% dari total penjualan Honda pada bulan Oktober. Honda CB150R StreetFire PGM-FI tercatat sebagai model motor sport terlaris dengan total penjualan 17.629 unit.

Sesuai dengan tagline Honda CB 150 R StreetFire yang menyatakan canggih, irit danadvance, maka berikut alasannya mengapa menggunakan tagline tersebut:

CANGGIH

  • Honda CB 150 R StreetFire mempunyai latar belakang grafik berwarna putih menarik, sporty dan Didukung panel digital yang futuristik. Panel digital ini menampilkan informasi yang lengkap, seperti speedometer, odometer, trip meter, clock, dan fuel meter dalam satu tampilan layar.
  • Model ini juga udah dilengkapi velg racing palang 6 berpola bintang serta punya penampang palang berbentuk U tebal yang sporti. Velg racing ini dibalut dengan ban tipe tubeless sehingga jadi lebih aman dan praktis. Selain itu, model ini juga dilengkapi fitur unggulan lain seperti pengaman kunci bermagnet (Magnetic Key Shutter), sehingga tampil lebih modern sekaligus praktis dan efektif mengurangi resiko pencurian motor.
  • Honda CB 150 R StreetFire Liquid Cooled with autofan yang artinya motor ini mumpunyai radiator canggih dan kipas elektrik yang otomatis menjaga agar temperatur tetap konsisten di seluruh bagian mesin. Sehingga motor ini punya tenaga ekstra dan mesin tetap awet. Intinya mesin tidak akan cepat rusak, karena tidak cepat panas. Bagi para pengendara yang gemar berkendara dengan RPM tinggi khususnya di daerah perkotaan yang syarat akan padat merayap dan gemar berkendara jarak jauh (touring), fitur ini sangat berperan penting guna menambah usia mesin (awet).

IRIT

Honda CB 150 R StreetFire efisien dan ramah lingkungan. Motor baru keluaran Astra Honda Motor (AHM) ini adalah motor yang hemat bahan bakar, apalagi dilengkapi teknologi PGM-FI (Programmed Fueled Injection) makin irit dan ramah lingkungan. Akselerasi juga maksimal, tidak tersendat-sendat. Selain itu, motor ini diklaim sangat irit bahan bakar berdasarkan pengujian internal Honda, yang menyebutkan bahwa konsumsi BBM motor sport ini menyentuh angka 36 km/lt.

ADVANCE

  • Rangka Dan Suspensi Honda CB 150 R StreetFire. Honda CB 150 R StreetFire didesain dengan rangka tipe truss atau trellis yang ringan dan memiliki kekuatan tinggi. Dengan tipe rangka ini  membuat sistem suspensi Pro-Link bekerja secara optimal, getaran mesin pun akan menjadi minimal, sehingga terjadi kestabilan, kelincahan dan kenyamanan selama berkendara.
  • Honda CB150R StreetFire ini meiliki sistem mesin DOHC 6-Speed Engine. Mesin 150CC, Sitem 4-langkah, DOHC, 4-katup, 6-kecepatan berbasis CB 150 R yang legendaris ditambah teknologi PGM-FI dan teknologi yang lain-lain sehingga menghasilkan ini:
  1.  Performa mesin yang berlimpah,
  2.  Akselerasi yang responsif,
  3.  Hemat bahan bakar,
  4.  memiliki performa tenaga yang tidak diragukan lagi pada putaran atas,
  5.  dan yang paling penting ramah lingkungan.
  • Honda CB 150 R StreetFire mempunyai Pro-Link Rear Suspension seperti berikut ini:

Pro-link Rear Suspesion berguna agar disaat berkendara tempat duduk terasa lebih nyaman dan lembut. Selain itu, sitem ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi jalan. Jadi jika ada jalan berbatu tidak perlu khawatir terguncang atau terpental-pental.

  • Rem cakram ganda

Untuk mengendalikan kecepatan, model ini sudah dilengkapi dengan rem cakram ganda yang menghasilkan tenaga pengereman maksimal di segala kondisi perjalanan.

SPESIFIKASI Honda CB 150 R StreetFire

Honda CB150R STREETFIRE, Lincah dan Ramping Menembus Kemacetan

Dengan hadirnya motor terbaru Honda CB 150 R StreetFire, maka akan menjawab keseriusan pabrik otomotif asal negeri sakura ini dalam menancapkan kukunya di industri otomotif tanah air. Motor ini memiliki rancang bangun yang mengedepankan faktor ramping dan ringan sebagai motor sport. Hal ini berhasil terealisasi dilapangan. Diluar segala teori yang disodorkan, seperti sudut kemudi yang lebar 90 derajat, radius putar lebih kecil (1.980m), motor ini memang terasa “light” dan gampang ditekuk-tekuk. Kelebihan ini akan membuat CB 150 R superior membelah kemacetan lalu lintas di kota-kota besar dibanding kompetitornya. Sebab CB 150 R StreetFire merupakan motor yang lincah untuk perkotaan dan nyaman untuk berkendara sehari-hari.

“Motor ini  memang dirancang lincah di perkotaan lewat kombinasi  mesin CBR yang legendaris dan sasis baru,” jelas Eijiro Asakawa selaku Chief Engineer Honda R&D Southeast Asia Co.

Kelincahan CB 150 R StreetFire diperoleh lewat selisih 9 kg lebih ringan dari sasis CBR. Jumlah yang banyak untuk ukuran mesin yang sama. “Bahan pipanya dari baja khusus rangka. Pipa bulat memang ringan dan mudah meredam getaran. Fleksibilitasnya besar, namun bisa disesuaikan dengan menambah batang-batang lain yang bersebrangan dengan main frame,” tambah Sarwono.

Misalnya rangka yang melintang pada mesin, ini berfungsi sebagai pegangan bagian bawah engine, pula menambah rigid dan membatasi agresif yang dikehendaki. Mesin memang terlihat menggantung, tapi sebenarnya mesin di pangku rangka. Sasis yang melintang tadi berfungsi sebagai down tube.

Ujungnya, diandaikan meliuk ‘pelan atau sedang’ di jalan macet, reaksi power yang membuat motor jadi agresif, tersambung dengan karakter rangka dan reduksi percepatan tadi. Mana mungkin bisa lincah di perkotaan padat, bila tenaga baru didapat pada putaran tinggi. Itu yang dibenahi AHM dari DNA CBR150. Intinya, ini motor barjiwa muda.

Freestyle dengan Honda CB 150 R StreetFire

Dalam dunia freestyle motor dengan mesin yang responsif dan rangka yang kokoh menjadi suatu keharusan. Para Freestyler tidak akan sembarangan memilih motor untuk kontes yang berhubungan dengan keamanan mereka. Beberapa hal penting yang biasa dicermati oleh Freestyler adalah kombinasi power, torsi  dan sasis yang saling menopang agar balance. Bila hanya enak di sasis, mesinnya lemah mereka tidak akan memilih motor tersebut. Sejalan dengan hal itu, AHM kini menjawab harapan para Freestyler dengan menghadirkan Honda CB150R StreetFire, bukan hanya lincah di jalanan dalam hal kecepatan dan performa, namun juga tangguh saat diajak beraksi ekstrim oleh freestyler.

“Keseimbangan motor dalam kontes freestyle ditentukan kompaknya mesin dan sasis. Harus imbang pada putaran bawah, menengah dan tinggi. Semuanya terpakai di freestyle, tetapi ada persentasenya,” papar Muhamad Rofik, freestyler senior dari Solo, Jawa Tengah.

Dyno Test Honda CB 150 R StreetFire

Reaksi mesin CB150R mulai memancing tenaga pada kisaran 3.000 rpm. Kemudian, rata-rata konstannya selalu di 5.000 rpm ke atas.  Ini diiringi momen puntir (torsi) melonjak lebih awal. Ya, memang begitu hukum mesin, torsi yang duluan dan disusul tenaga sesuai naiknya putaran. Pada 5.500 rpm torsi bermain pada 10 Newton meter (Nm) alias 1.019 kg-m dan tenaga berada pada 8 hp atau dk. Kira-kiria begitu membaca hasil dynonya.

Artinya, disuruh akselerasi pada 5.500 rpm ke atas dan masih longgar  dipush lagi sejak putaran itu. Misalnya menyalip dari  5.500 rpm akan dengan mudah dapat tarikan, karena puncak torsinya 11.45 Nm pada 7.500 rpm dan tenaga penuhnya 14 dk atau hp.

Touring Perdana DBS (District Blitar Streetfire)

Tanggal 14 September 2013 merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh bikers DBS. Pada hari itu, adalah agenda Touring Perdana DBS yang diikuti oleh 8 member DBS. Kala itu, kami berangkat jam 8 malam dari Blitar menuju Malang. Sekitar jam 22.00, kami sampai di stadion Kanjuruhan Malang. Di sana kami di jemput oleh dulur Malang (MSFC). Setelah itu, kami konvoi bareng menuju tempat kopdar MSFC di Jalan Ijen kota Malang. Kami saling tukar informasi disitu (tukar PIN BB juga boleh, hehehehehe).

Dulur-dulur Pandaan (CRSP) kebetulan juga sambang ke Malang pada waktu itu, jadi semakin rame lah acara ngumpul bareng di Malang (Suwun buat dulur Malang). setelah puas nih cerita mengenai kuda besi kebanggan, langsung tancap gas buat rolling kota Malang. Barisan panjang gak menyulutkan bikers2 buat nunjukin aksi dengan kuda besi.

Malam itu kami nginep di base camp MSFC, disitu kami dijamu dengan makan tengah malam (Suwun maneh, sing sering-sering ae rek). dulur Malang sangat welcome, kami menginap di basecamp tersebut untuk istirahat sejenak, karena paginya kami akan nge-gas lagi ke Cangar dan Coban Rondo. Paginya, kami langsung gas ke Cangar terlebih dahulu (dingin-dingin jadi anget di Cangar, pemandian air hangat). Udara sejuk pegunungan membuat kami menikmati perjalanan.

Selama perjalanan, kami tidak menemui masalah yang berarti baik di perjalanan maupun di tunggangan kami (si Streetfire). Kamilanjut ke Coban Rondo yang indah dan mempesona. Sekitar jam 11.00 kami gas lagi untuk balik ke Blitar. Kami lewat jalur krisik, ngantang untuk perjalanan pulang. pemandangan yang indah menjadikan kami lupa akan kelelahan selama touring.

itulah sepenggal kisah touring perdana DBS dan masih banyak lagi kisah selama perjalanan yang belum kami posting.

SAM_2686 SAM_2713 SAM_2717 SAM_2721 SAM_2729 SAM_2733 SAM_2768SAM_2809 SAM_2822 SAM_2823

Sejarah DBS

District Blitar Streetfire atau biasa disebut dengan DBS adalah sebuah komunitas motor Honda CB150R yang terbentuk pada tanggal 17 Agustus 2013 di Kota BLITAR.
Tempat berkumpul komunitas kami tapatnya di Jl.Merdeka (depan BANK DANAMON) kanan jalan.
Untuk sementara jumlah anggota kami kurang lebih berjumlah 25 orang, yang di Ketuai oleh Bro Indra..